Acara yang paling saya senangi saat kuliah dulu adalah ketika menjelang tidur malam sekitar jam 9 ke atas, sebagai pengantar tidur selalu saya dengarkan lawakan Cak Kartolo cs. Meski diputar berkali-kali seakan saya terbius akan kelucuan2 mereka dan seakan baru pertama kali mendengarkan.
Namun apa masih ada generasi komedian seperti mereka? Saat ini kalau kita melihat segmen acara2 di televisi tanah air, kita disuguhi berbagai macam acara yang harapannya membuat pemirsa tertawa, geli atau pun apa. Namun sepertinya hal tersebut belum dapat menyamai kelucuan grup2 masa lalu seperti Srimulat, Jojon Cs, DKI, Kartolo dll. Acara2 masa kini cenderung mengobral serapah dan banyolan2 yang mengobyek kan fisik seseorang dsb.
10 hari selama liburan di Tanah Air saya miris dengan sajian2 hiburan di televisi kita. Apakah memang pemirsa kita sudah sedemikian dewasa menyikapi tayangan2 tersebut? Pertanyaan terbesar yang perlu segera dicari jawabannya......
Cah Kulon Kali
Catatan ringan anake mantri kulon kali
Friday, June 22, 2012
Thursday, June 21, 2012
Untuk cita2 yang lebih tinggi
Berbagai sumber mengatakan kalau untuk meraih sesuatu maka dipelukan pengorbanan. Untuk mencapai sesuatu maka pula diperlukan penggemblengan diri/pembelajaran/bersusah2 dahulu dan seterusnya. Kelihatannya hal tersebut jamak kita ucapkan diberbagai kesempatan, namun menjalaninya tidaklah semudah yang kita bayangkan.
Salah satu contoh adalah ketika kita mendidik anak kita dengan mengajari hal2 yang mungkin serasa membosankan/menyakitkan ataupun menyusahkan. Kita tahu bahwa nantinya anak akan mendapatkan gemblengan dan terbiasa jika di masa depan dia mengalaminya. Namun sebagai orang tua..kadang2 terbersit rasa bahwa hal tersebut tidaklah "fair" untuk anak kita. Kita orang tua cenderung memikirkan bagaimana anak kita tidak mengalami hal2 yang berkesan menyengsarakan nya. Solusinya adalah kesabaran.
Baru tadi pagi saya mendengarkan dari youtube ceramah salah satu Ustadz ternama tanah air...ada 3 yang penting kita latih yaitu: 1. Kesabaran berniat 2. Kesabaran berikhtiar dan 3. Kesabaran menerima hasilnya. Segala sesuatu nya dapat dilihat dari 2 sudut pandang: hasil yang tidak sesuai harapan menurut kita bisa dirobah paradigma kita menjadi hasil yang positif. Memang tidaklah mudah melakoni hal ini namun ada baiknya kita latih dan coba.
So...konyil...ini adalah pembelajaran kita semua, meski saat ini kita berjauhan namun ayah dan ibu yakin nanti nya akan menumbuhkan kemandirian padamu. Semoga kami sekeluarga dapat melatih kesabaran ini ya Rabbi. Amin YRA.
Salah satu contoh adalah ketika kita mendidik anak kita dengan mengajari hal2 yang mungkin serasa membosankan/menyakitkan ataupun menyusahkan. Kita tahu bahwa nantinya anak akan mendapatkan gemblengan dan terbiasa jika di masa depan dia mengalaminya. Namun sebagai orang tua..kadang2 terbersit rasa bahwa hal tersebut tidaklah "fair" untuk anak kita. Kita orang tua cenderung memikirkan bagaimana anak kita tidak mengalami hal2 yang berkesan menyengsarakan nya. Solusinya adalah kesabaran.
Baru tadi pagi saya mendengarkan dari youtube ceramah salah satu Ustadz ternama tanah air...ada 3 yang penting kita latih yaitu: 1. Kesabaran berniat 2. Kesabaran berikhtiar dan 3. Kesabaran menerima hasilnya. Segala sesuatu nya dapat dilihat dari 2 sudut pandang: hasil yang tidak sesuai harapan menurut kita bisa dirobah paradigma kita menjadi hasil yang positif. Memang tidaklah mudah melakoni hal ini namun ada baiknya kita latih dan coba.
So...konyil...ini adalah pembelajaran kita semua, meski saat ini kita berjauhan namun ayah dan ibu yakin nanti nya akan menumbuhkan kemandirian padamu. Semoga kami sekeluarga dapat melatih kesabaran ini ya Rabbi. Amin YRA.
Tuesday, June 19, 2012
Rasa tahunan yang selalu muncul
Seperti biasa setiap tahun kami menjalani rutinitas mudik tahunan ke tanah air tercinta. Dan seperti tahun sebelumnya, pengaturannya adalah saya membawa konyil duluan ke tanah air, lalu saya tinggal kembali dan nantinya pada akhir masa liburan summer ibunya konyil akan nyusul dan menjemput dia balik lagi ke tempat kami mencari nafkah.
Saat ini saya mengalami masa kangen luar biasa seperti tahun lalu kepada si konyil. Baru 2 hari saya tinggalkan buah hati dengan neneknya di tanah air, rasanya hampir setiap detik terbayang wajhnya, kelucuan2nya serta celoteh2 nya yang sering kali memang membuat tawa kami. Padahal masih ada sekitar 7 mingu ke depan saya baru akan bisa bertemu dengan nya. Ya Allah SWT, kuatkanlah hatiku berjauhan sementara dari buah hatiku ini. Semoga dia juga kuat berjauhan dari kedua orang tuanya. Amin YRA.
Tahun ini mungkin tidak seberat yang saya rasakan tahun lalu karena setelah saya kembali ke tempat rantau kami, saya menghitung paling tidak 365 hari lagi saya baru akan bisa merasakan nikmatnya bertemu dengan keluarga besar saya. Tahun ini agak berbeda karena rencananya dua adik saya akan berkunjung ke tempat rantau kami sekitar akhir tahun ini. Setelah itu baru saya menghitung kembali 6 bulan kedepan untuk bisa bertemu dengan mereka2 yang saya cintai. Dan nikmatnya adalah, bahwa 6 bulan setelahnya, genaplah masa tugas sementara kami di rantau...artinya kemungkinan besar kami akan kembali ke tanah air untuk meneruskan pekerjaan kami di sana. Semoga apa yang kami cita2 kan Engkau Ridhlo i ya Allah. Amin YRA.
Saat ini saya mengalami masa kangen luar biasa seperti tahun lalu kepada si konyil. Baru 2 hari saya tinggalkan buah hati dengan neneknya di tanah air, rasanya hampir setiap detik terbayang wajhnya, kelucuan2nya serta celoteh2 nya yang sering kali memang membuat tawa kami. Padahal masih ada sekitar 7 mingu ke depan saya baru akan bisa bertemu dengan nya. Ya Allah SWT, kuatkanlah hatiku berjauhan sementara dari buah hatiku ini. Semoga dia juga kuat berjauhan dari kedua orang tuanya. Amin YRA.
Tahun ini mungkin tidak seberat yang saya rasakan tahun lalu karena setelah saya kembali ke tempat rantau kami, saya menghitung paling tidak 365 hari lagi saya baru akan bisa merasakan nikmatnya bertemu dengan keluarga besar saya. Tahun ini agak berbeda karena rencananya dua adik saya akan berkunjung ke tempat rantau kami sekitar akhir tahun ini. Setelah itu baru saya menghitung kembali 6 bulan kedepan untuk bisa bertemu dengan mereka2 yang saya cintai. Dan nikmatnya adalah, bahwa 6 bulan setelahnya, genaplah masa tugas sementara kami di rantau...artinya kemungkinan besar kami akan kembali ke tanah air untuk meneruskan pekerjaan kami di sana. Semoga apa yang kami cita2 kan Engkau Ridhlo i ya Allah. Amin YRA.
Tuesday, July 26, 2011
Waktu
Tidak ada angin dan hujan tiba2 ibunya Konyil mendegar kabar kalau teman kantor yang cukup dekat telah berpulang. Saya yang juga cukup familiar dengan kawan ini juga sama kagetnya. Bukan apa2 karena seminggu yang lalu saat baru kembali dari liburan ke Jakarta istri saya sempat mengupdate tentang kawan ini. Bahkan 12 jam sebelum berita diterima, istri saya sempat berkomunikasi melalui jejaring sosial berbasa-basi tentang update sehari-hari. Sakit jantung adalah berita yang diterima sebagai penyebab tiadanya kawan ini.
Memang bagi kita manusia, wajar jika susah memerima kenyataan yang berat seperti ini. Istri saya pun sampai detik ini masih belum bisa percaya akan kenyaaan berita ini. Waktu bagi manusia adalah selalu menjadi misteri. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi lima menit ke depan. Hanya rencana yang bisa kita lakukan.
Ya Allah, kami manusia hanya bisa merencana..sedangkan Engkaulah yang menjadi penentu takdir ini. Mari kawan-kawan kita gunakan waktu kita sebaik-baiknya.
Memang bagi kita manusia, wajar jika susah memerima kenyataan yang berat seperti ini. Istri saya pun sampai detik ini masih belum bisa percaya akan kenyaaan berita ini. Waktu bagi manusia adalah selalu menjadi misteri. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi lima menit ke depan. Hanya rencana yang bisa kita lakukan.
Ya Allah, kami manusia hanya bisa merencana..sedangkan Engkaulah yang menjadi penentu takdir ini. Mari kawan-kawan kita gunakan waktu kita sebaik-baiknya.
Friday, July 15, 2011
Tergantung dari mana kita melihat
Saya teringat saat mengikuti training 7 Habits di Puncak 2 tahun yang lalu. Salah satu ilustrasi yang digambarkan pada modul video adalah tentang seorang lelaki yang naik bis kota dengan dua anaknya. Di dalam bis kedua anak tersebut bertingkah macam-macam yang intinya mengganggu penumpang lain. Sementara ayahnya hanya terdiam tanpa berbuat apa2. Lalu ada seorang penumpang yang sudah merasa sangat terganggu memberanikan diri menegur ayah anak tersebut. " Pak tolong beritahanak2mu untuk tidak berulah yang mengganggu penumpang lain". Si ayah tersebut seakan terbangun dari lamunannya dan menjwab "Maafkan kelakuan mereka, saya juga tidak tahu harus bilang apa. Istri saya baru saja meninggal di rumah sakit dan mereka berdua belum mengetahuinya. Saya tidak tahu dan tidak punya hati untuk merenggut kegembiraan mereka". Seolah sang penumpang tadi berputar 180 derajad dari rasa sebal menjadi kasihan. Di sinilah letaknya bahwa sesuatu jika kita melihat darisudut pandang yang berbeda akan memberi persepsi yang berbeda pula.
Ini yang ingin saya terapkan terhadap saya pribadi. Saat ini saya dan ibune Konyil sedang berjibaku untuk ngepas-paske belanja bulanan kami selama tugas di rantau ini. Kami berusaha tidak merubah gaya hidup kami meski sebenarnya dengan tambahan tunjangan kami hal itu dimungkinkan. Tujuan kami masih banyak dan itu yang akan kami prioritaskan saat ini.
Mungkin orang akan melihat bahwa kami terlalu memaksakan diri dan tidak memberi rang untuk kesenangan. Namun kami berusaha melihat beda: bahwa hal ini kami lalukan dengan cinta untuk mendapatkan tujuan akhir yang lebih bagus. Ada lagu lama yang punya ilustrasi sama dengan ini judulnya It's aint heavy, it's my brother.
Ini yang ingin saya terapkan terhadap saya pribadi. Saat ini saya dan ibune Konyil sedang berjibaku untuk ngepas-paske belanja bulanan kami selama tugas di rantau ini. Kami berusaha tidak merubah gaya hidup kami meski sebenarnya dengan tambahan tunjangan kami hal itu dimungkinkan. Tujuan kami masih banyak dan itu yang akan kami prioritaskan saat ini.
Mungkin orang akan melihat bahwa kami terlalu memaksakan diri dan tidak memberi rang untuk kesenangan. Namun kami berusaha melihat beda: bahwa hal ini kami lalukan dengan cinta untuk mendapatkan tujuan akhir yang lebih bagus. Ada lagu lama yang punya ilustrasi sama dengan ini judulnya It's aint heavy, it's my brother.
Wednesday, July 13, 2011
Ngecakne butuh
Saya mengutip phrase orang Jawa jika sedang membuat hitung-hitungan keperluan sehari-hari. Ngecakne butuh adalah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan kami saat ini. Disaat semua keperluan datang bersamaan, yang harus kita lakukan adalh memilah-milah mana yang paling penting, agak penting, dan rak penting blas. Tentunya saya dan bune Konyil sekarang ini melototi urusan yang paling penting...lha ndilalah kok ya setelah dipikir2 urusan paling penting nya lebih dari satu....ya wis lah kita berjibaku, ubet biar semua mendapat pemerataan.
Di postingan terdahulu saya ceritakan saat ini kami lagi pendekatan untuk mendapatkat lahan yang lebih longgar untuk gubuk kami tinggal. Alhamdulillah bune Konyil kemaren mesenger ngabari kalau sudah jelas kesepakatannya. Deg2an nya ilang sekarang ganti mumet datang...pasalnya kemaren kami memang agak "bonek" saat memutuskan mau nawar lahan itu. Begitu jadi dananya mepet dan disaat yang bersamaan Konyil harus ada dana ekstra untuk tahun ajaran baru di sekolah. Yo wis nduk Bapak tak ngalahi tidak jajan di kantor...sebisa mungkin bawa bekal dari rumah.
Pada akhirnya kami bersyukur gegayuhan kami ada titik terang...mudah2an orang tuamu bisa menemukan jalan lancar kedepan yo nduk...Amin.
Di postingan terdahulu saya ceritakan saat ini kami lagi pendekatan untuk mendapatkat lahan yang lebih longgar untuk gubuk kami tinggal. Alhamdulillah bune Konyil kemaren mesenger ngabari kalau sudah jelas kesepakatannya. Deg2an nya ilang sekarang ganti mumet datang...pasalnya kemaren kami memang agak "bonek" saat memutuskan mau nawar lahan itu. Begitu jadi dananya mepet dan disaat yang bersamaan Konyil harus ada dana ekstra untuk tahun ajaran baru di sekolah. Yo wis nduk Bapak tak ngalahi tidak jajan di kantor...sebisa mungkin bawa bekal dari rumah.
Pada akhirnya kami bersyukur gegayuhan kami ada titik terang...mudah2an orang tuamu bisa menemukan jalan lancar kedepan yo nduk...Amin.
Tuesday, July 12, 2011
Deg-deg an
Mungkin kita sudah biasa dengan kondisi saat kita sedang menanti-nanti sesuatu entah kejelasan informasi, hasil test atau bahkan jika kita di kantor merasa lapar sekali, pas pulang sambil nyetir membayangkan orang rumah masak apa ya..he he kebangeten kalau yang terakhir ini. Tapi begitulah rasane atiku hari-hari ini.
Ceritanya saya dan buk e Konyil lagi ada gegayuhan buat cari tempat iyup-iyup yang agak gedhe. Tentunya yang sesuai celengan kami berdua budgetnya. Hunting dari 4 bulan yang lalu selalu tidak ada yang jodo....kalau gak kedisikan orang, ya suratnya yang gak jelas. Terakhir kemaren pas saya ke Jakarta ada tempat yang cukup luas degan bentuk yng ideal..eh kok ya jalan masuknya harus nunut lahan orang lain.
Tapi kali ini mudah2an bune Konyil berjodoh. Sudah beberapa kali komunikasi dengan pemiliknya dan berharap besok ada kejelasan. Ini yang bikin deg-deg an karena sampai dengan detik ini hanya kesepakatan secara lisan saja yang dilakukan sementara bisa saja ada pihak lain yang masuk dan bikin penawaran lebih ke pemilik itu.
Ya wis bune pasarah Sing Kuwoso saja...kalau ini jodo kita ya pasti ndak lari kemana-mana. Ning ya itu...tiap detik bikin spot jantung......Bismillah wae ya.
Ceritanya saya dan buk e Konyil lagi ada gegayuhan buat cari tempat iyup-iyup yang agak gedhe. Tentunya yang sesuai celengan kami berdua budgetnya. Hunting dari 4 bulan yang lalu selalu tidak ada yang jodo....kalau gak kedisikan orang, ya suratnya yang gak jelas. Terakhir kemaren pas saya ke Jakarta ada tempat yang cukup luas degan bentuk yng ideal..eh kok ya jalan masuknya harus nunut lahan orang lain.
Tapi kali ini mudah2an bune Konyil berjodoh. Sudah beberapa kali komunikasi dengan pemiliknya dan berharap besok ada kejelasan. Ini yang bikin deg-deg an karena sampai dengan detik ini hanya kesepakatan secara lisan saja yang dilakukan sementara bisa saja ada pihak lain yang masuk dan bikin penawaran lebih ke pemilik itu.
Ya wis bune pasarah Sing Kuwoso saja...kalau ini jodo kita ya pasti ndak lari kemana-mana. Ning ya itu...tiap detik bikin spot jantung......Bismillah wae ya.
Subscribe to:
Comments (Atom)






